Kuntala: “Sayang, istriku kena kanker. Akan meninggal dalam waktu dekat. Aku ingin kamu menjadi pendampingku. Kamu cintaku, kamu sayangku. Tak bisa hidup tanpamu.”

Kalyana: “Aku dan kamu adalah kita! Aku akan cari cara untuk bisa cerai sama suamiku ya sayang.”

Kuntala: “Untuk sementara anak-anakmu harus membiasakan diri tahu dan ketemu aku. Bila saatnya tiba, mereka tidak akan kaget.”

Kalyana: “Iya sayang, anak-anakku kuberi tahu klo segala kebutuhan sekolahnya dibiayai oleh Om Kuntala. Aku bilang Papi nya sudah nggak sanggup dan lebih mementingkan orang tua dan adik-adiknya. Kemarin di restoran itu kita ketemuan sama anakku kan biar mereka tahu kamu sayang.”

” … Akupun akan minta cerai ke suamiku karena sudah nggak sanggup melayani kebutuhan seks nya. Akan kubuat alasan kandunganku melorot, jadinya sakit klo buat hubungan seks.”

Puluhan tahun berlalu, istri Kuntala masih sehat bugar. Beberapa saat kemudian … Ramaditya menceraikan Kalyana karena menemukan sendiri perselingkuhan mereka. Anak-anak Kalyana pun menceritakan semuanya ke Ramaditya. Semakin kuatlah talak 3 dari Ramaditya ke Kalyana.

Disisi lain ada kisah dari Probo, adik sepupupunya Kalyana.

Probo: “Sayang, istriku kena kanker. Akan meninggal dalam waktu dekat. Aku ingin kamu menjadi pendampingku. Kamu cintaku, kamu sayangku. Tak bisa hidup tanpamu.”

Bella: “Aku dan kamu adalah kita! Aku akan menunggumu sayang.”

Akhirnya istri Probo meninggal dunia karena kanker. Berselang 40 hari setelah kematiannya, Probo dan Bella menikah.

Hati-hati berucap ketika melakoni kemaksiatan. Allah akan cemburu hambaNya dipermainkan.

Bagikan Info ini