(Kisah nyata dengan nama-nama yang disamarkan)
Ramaditya menikah dengan Kalyana pada tahun 2007 dengan saksi nikah si Tomblos dari pihak mempelai wanita. Berlangsung di sebuah villa di Lombok dihadiri oleh orang tua Kalyana dan keluarga besar nya. Berbeda dengan Ramaditya yang pernikahannya tidak mendapat restu dari kedua orang tuanya. Namun beberapa keluarga dari pihak Bapak saja yang hadir.
Kenapa orang tua Ramaditya tidak setuju? Karena status Kalyana janda beranak 2 putri, sekolahnya masih SD dan TK bernama Nisa dan Calista hasil pernikahan pertama dengan pria Manado. Bercerai karena kasar sering memukul (KDRT) dan perselingkuhan. Pria Manado itu semasa menikah dengan Kalyana ternyata punya istri lagi dan anak di Cirebon. Seringkali kepergok selingkuh di kotanya sendiri dengan banyak wanita.
Kenapa Ramaditya mau dengan janda beranak 2? Ramaditya jatuh cinta dan ingin angkat derajat Kalyana. Ramaditya punya role model yaitu Rasulullah Muhammad SAW yang menikahi janda. Kalyana dan kedua anaknya adalah jalan menuju surganya Allah.
Ramaditya melanjutkan untuk menikah karena mendapat saran dari para kyai juga. Teruslah menikah asal harus berkunjung ke orang tua dan minta restu. Hasilnya kedua orang tua Ramaditya menolak mentah-mentah permohonan restu itu. Pria yang sudah berpenghasilan boleh menentukan nasib sendiri, termasuk memilih wanita. Cuma, resiko kedepan tanggung sendiri. Orang tua tidak setuju itu ujian bagi Ramaditya.
Siapa si Tomblos? Adalah sahabat Kalyana sesama Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang katanya sahabat dekat sudah seperti kakak. Tomblos sudah menikah dan punya 2 anak. Ramaditya setuju saja si Tomblos sebagai saksi nikah di pihak mempelai wanita.

Ya, Kalyana adalah PNS Pemerintah Daerah (PEMDA) di sebuah kabupaten di Jawa Timur. Jabatan si Tomblos waktu itu ajudan Bupati.
Ramaditya dan Kalyana asalnya dari kabupaten yang sama. Namun Ramaditya sejak 1996 kuliah di Universitas Mataram NTB hingga punya perusahaan sendiri ketika akan menikah. Ramaditya menetap di Mataram, NTB.
Setelah menikah, Ramaditya dan Kalyana menjalaninya dengan Long Distance Relationship (LDR). Kalyana tetap di Jawa Timur sebagai PNS Kabupaten sedangkan Ramaditya bisnis di Mataram, NTB.
Ramaditya selalu pulang ke Jawa Timur sebulan sekali dan biasanya tinggal seminggu.

Talak Pertama
Ramaditya tahu dunia IT. Tahun pertama pernikahan dia menemukan SMS mesra antara Kalyana dan si Tomblos. Ramaditya pun sempat murka. Kalyana terdiam saja sambil minta maaf. Beralasan itu hubungan adik kakak. Semenjak saat itu hingga 15 tahunan Ramaditya tidak pernah dan tidak mau lagi melihat/cek HP nya Kalyana. Trauma.
Namun kecurigaan Ramaditya membawanya untuk menanam sebuah program Keylogger (mata-mata) di komputer rumah di Jawa Timur. Keylogger akan merekam semua ketikan dalam komputer itu dan mengirimkannya melalui internet ke Ramaditya di Mataram.
Pada tahun 2009, Keylogger itu mengirimkan sebuah dokumen ke Ramaditya yang diketik sendiri oleh Kalyana di komputer rumah di Jawa Timur.
Dokumen yang diketik adalah berisi draft perjanjian yang dibuat Kalyana untuk si Tomblos. Isi perjanjian itu adalah:
1. Bahwa si Tomblos harus segera menikahi Kalyana tanpa menunggu istrinya meninggal.
2. Perjanjian ini bersifat mendesak karena Kalyana telah menggugurkan (aborsi) buah cintanya dengan Tomblos sebanyak 2 kali di sebuah klinik di Surabaya.
3. Tomblos harus umroh dan haji kan Kalyana pada tahun 2010.
4. Tomblos harus membelikan mobil Honda Freed atau memberikan jaminan deposito tabungan sebesar Rp. 100 juta.
5. Tomblos harus membelikan laptop merk SONY dan sepeda Polygon.
6. Tomblos harus membuatkan sebuah bangunan toko beserta isinya di tahun 2010.
7. Tomblos harus menjadikan Kalyana Asisten Pribadi Bupati jika si Tomblos menang jadi Wakil Bupati.
8. Tomblos jika jadi Wakil Bupati harus memindahkan pimpinannya ke tempat lain.
Perjanjian itu ditutup dengan kalimat, “Demikian Surat Perjanjian ini dibuat dengan saksi teratas Sang Maha Pencipta dan penentu hidup Gusti Allah SWT.”
Masih dalam laporannya Keylogger, Kalyana menjelek-jelekkan Ramaditya dihadapan sahabat dan mantan pacarnya melalui Facebook.
Ramaditya langsung panas dingin, syok membaca hasil laporan Keylogger tersebut.
Ramaditya langsung teringat bahwa Kalyana pernah bilang padanya alami 2 kali keguguran. Alasan keguguran itu karena Kalyana terlalu sibuk di pekerjaannya. Bila dikaitkan dengan dokumen itu bisa jadi Kalyana tidak yakin dengan janin yang dikandungnya. Apakah hasil buah cinta dengan Ramaditya atau dengan Tomblos? Penyelesaian yang mudah adalah digugurkan. Astagfirullah.
Seketika melalui HP Ramaditya telpon Kalyana di Jawa Timur menjelaskan hasil Keylogger tersebut dan mengucap talak perceraian.
Kalyana langsung terbang ke Mataram, menangis-nangis dan meminta maaf. Kalyana menjelaskan bahwa itu dokumen khayalan saja. Tidak seperti itu faktanya.
Apakah Ramaditya percaya? Kalyana merengek-rengek meminta maaf sambil ingin meneruskan hubungan pernikahan. Pada akhirnya Ramaditya tidak tahan dan luluh memberikan kesempatan Kalyana untuk berubah. Pernikahan akhirnya masih berjalan walau Ramaditya akan sakit sepanjang masa.
(Foto diatas adalah asli dokumen pernikahan Ramaditya dan Kalyana. Dokumen dibawah adalah asli hasil laporan Keylogger)


– Bersambung ke bagian ke 2, kisah Talak ke dua.